Telaah dan Waspada Terorisme di Sulawesi Selatan

Keterangan Gambar : Kelompok Ahli BNPP, Hamidin. Dok.Humas BNPP


By admin bnpp 08 Apr 2021, 16:42:46 WIB

Telaah dan Waspada Terorisme di Sulawesi Selatan

Mitigasi Teror di Sulawesi Selatan

Sangat tidak mudah mengidentifikasi kelompok jaringan terorisme dan pengikut paham radikali di daerah yang pertumbuhan ekonominya cukup baik. Di daerah yang sebaran masyarakatnya sangat heterogen dan menerima kemajemukan. Di daerah yang tingkat toleransi beragama baik seperti di Sulawesi Selatan ini.

Tetapi kemudian timbul pertanyaan mengapa sejak 2001 sampai sekarang masih sering terjadi serangan teror? Mulai dari tebar ancaman melalui telpon, Pelemparan molotop, Pelemparan Bom pipa rakitan, hingga yang terakhir bom bunuh diri? Mari kita telaah-beberapa catatan tentang teror di wilayah ini yang penulis simpan yang penulis ikuti dengan cermat dinamikanya.

Bagaimana perkembangan radikalisme dan terorisme serta apa program program antisipasi pemerintah. Catatan ini tentu tidaklah lengkap dan sempurna. Penulis juga tidak memuat semuanya dikolom ini. Ibarat air catatan ini hanyalah setetes air di samudra luas. Dia hanya bisa digunakan sebagai tambahan dan wacana serta informasi belaka. Masih ada masalah lain yang mungkin tidak penulis ungkap.

Tapi minimal dengan tulisan ini penulis ingin bergagi. Penulis ingin mengingatkan bahwa proses penanganan kontra radikalisasi dan deradikalisasi oleh pemerintah, serta proses radikalisasi oleh kelompok teroris sejatinya mereka berjalan faralel bersamaan. Untuk itu Pemerintah tidak boleh lengah. Pergerakan teroris itu ada dan nyata. Dia seperti Tom and Jerry. Kala pemerintah dan aparat alert dan antisipatif mereka akan ” hybernate” . Tapi bila pemerintah lengah dan konsentrasi terbagi pada situasi sosial lain tentu mereka akan ”firing the game”.

Apa yang sedang terjadi sekarang? Hari ini publik dipaksa paham betapa pentingnya kewaspadaan terhadap radikalisasme dan terorisme dan masih adanya kemungkinan serangan tiba tiba teroris terhadap masyarakat . Hari ini secara terbuka telah dipertontonkan bagaimana gerakan radikalisme yang tumbuh secara ”homegrown ” .

Bagaimana cepatnya perkembangan radikalisasi pada tataran lokal domistik. Bagaimana kaitan antara radikalisme masa lalu terhadap pengaruh Alqaedah atas okupasi Rusia di Afganistan tahun 80an dan priodisasi kembalinya para Mujahidin dari Afganistan di negara negara Asia termasuk di Indonesia dengan Al Jamaah Al Islamiyahnya. Bagaimana sikap kelompok jaringan terorisme di Indonesia pada priode 2014 saat Isis berjaya yang kemudian mampu berafiliasi dengan gerakan radikalisme lokal yang membonceng nama mereka ditanah air, juga untuk masa Kini pasca kekalahann Isis di Irak dan Suriah.

Inilah realitas bahwa sampai hari ini terorisme di Sulawesi selatan masih berjaya dan masih mampu.membuat masyarakat bergetar. Kiranya Perlu dipahami bahwa Kelompok kekerasan terorisme di Indonesia dan Sulawesi Selatan akan tetap menggunakan simbol perjuangan mereka dengan jargon jihad agama.

Walau pun secara umum, hampir tidak terdengar adanya konflik yang disebabkan oleh dikotomi antar suku dan ras maupun antar penduduk asli dan pendatang di Sulawesi Selatan, namun konflik yang diciptakan teroris dengan brending perang terhadao kafirin, murtadin dan thogut (pembantu saitan) akan selalu ada ditemukan dalam dialog dan interogasi penegak hukum dan tersangka terorist yang tertangkap.

Artinya tetap saja gejolak radikalisasi di provinsi lain, regional dan global akan mempengaruhi proses radikalisasi lokal di Sulawesi selatan . Perlu dicatat bahwa radikalisasi saat ini terjadi tidak saja ditularkan melalui hubungan interaksi patron lama seperti faktor pengaruh lingkungan keluarga ( kinship ), patron doktrin guru dan murid ( decipleship), faktor tokoh ( worship ), patron pertemanan ( friendship ) dengan kominikasi pertemuan kontak verbal semata, tapi peran teknologi informasi komunikasi media dan sosial media juga memberikan andil yang cukup besar dalam proses rekrutmen terorisme.

Dulu sumpah setia ( ber bai'at ) harus didepan guru atau sang tokoh utama dengan disaksikan banyak orang, kini cukup berba'at cukup melalui daring online. Untuk melihat mitigasi teror di Sulawesi Selatan mari kita buka catatan yang kelam pada tahun 2000-an. Betapa atas nama kebencian terhadap simbul simbul Amerika dan barat atas serangan terhada Alqaedah, mengapa MLC life Panakukang Makassar yang dipasangi Bom oleh teroris. Juga mengapa pada tanggal12 oktober 2001 KFC di mall yang sama juga di bom?.

Betul, tidak ada korban dalam serangan itu, tetapi tetap saja masyarakat Makasar dibuat heboh, terguncang dan syok. Akibat serangan tersebut pintu, kaca, dua sepeda motor delivery order Restoran Cepat saji KFC Panakukang Mas Makasar tersebut hancur.

Masih ada yang lebih mencekam lagi dan sadis lagi yaitu kejadian pada tanggal 5 desember 2002. Di penghujung bulan ramadhan saat sebagian masyarakat pengunjung Mall Ratu Indah Makasar (Marimall) sedang menunggu azan magrib untuk berbuka puasa dan makan malam, tiba tiba sebuah ledakan besar dari bom rakitan terjadi dari gerai Mc Donnal. Akibatnya tiga orang tewas dan sedikitnya sebelas pengunjung lainnya luka berat.

Dan dalam minggu-minggu berikutnya, tanggal 22 desember 2022 Texas Fried Chicken dan Counter Disc tara di Gedung yang sama, juga mendapat ancaman via telpon yang memberi pesan bahwa gedung tersebut akan diledakan. Sungguh gila dan biadab pasca ledakan Mc Donald setidaknya ada 14 ancaman melalui telepon yang ditujukan kepada Mall Ratu Indah.

Teror serupa juga di lakukan terhadap showroom NV Haji Kalla dengan meletakkan bom rakitan di warung Coto Begadang jalan Urip Sumoharjo Makassar. Beruntung dua tahun kemudian tepatnya pada bulan oktober 2004 otak pelaku rangkaian bom Mc Donald Mall Ratu Indah Makassar yang bernama Agung Hamid akhirnya dibekuk. Dalam persidangan terungkap bahwa Pelaku juga yang memerintahkan Aco Kempes dan Ashar Daeng Salam untuk menjadi eksekutor peledakan, keduanya tewas di tempat.

Sementara yang diperintahkan oleh pelaku untuk meletakkan bom dengan timer di show room NV Hj.Kalla adalah Wirahadi dan Gozi. Pada tanggal 15 Agustus 2005 Agung Hamid divonis hakim dengan dipenjara seumur hidup dengan barang bukti yang dihadirkan dalam sidang senjata revolver, sejumlah peluru dan bahan peledak serta berbagai dokumen petunjuk lainnya. Apakah teror hanya terjadi di Makassar? Ternyata tidak. Selain di Makassar ada juga peledakan bom terjadi di Bom Kafe Sampoddo Indah.

Saat itu Penulis bertugas di Luwu utara, tepatnya pada Sabtu, 10 Januari 2004 , tengah malam Kafe Sampoddo Indah di tenggara kota Lalopo Palopo meledak, . Tiga orang tewas dan empat lainnya luka berat. Penulis sempat melihat TKP ( tempat kejadian perkara ) dimana serpihan daging manusia terlihat tersangkut di baling baling kipas angin flapon. Dalam kasus Sampodo Pelaku utama Jasmin kasau akhirnya ditangkap bersama tersangka lain bernama Ahmad di kebun milik Abdul Majitabah di Desa Muladimin Padang Sapa Kecamatan Ponrang, Kabupaten Luwu. Rangkaian penagkapan berikutnya di tangkap pula Rizal, Zainal, dan Dedi yang sketsa wajah wajahnya telah disebar.

Dan tentu semua orang tidak akan lupa juga masih ingat kasus Gubernur Syahrul Yasin Limpo (yang saat ini beliau menjadi Mentan) yang pernah lolos dari lemparan bom pipa hight explosive oleh teroris bernama Awaluddin seorang warga Makassar yang tinggal di Jalan Sultan Alauddin Nomor 259 mahasiswa Fakultas Bahasa Arab dan Studi Islam Universitas Ma’had Al-Birr yang juga pernah kuliah di Universitas Muhammadiyah Makassar. Kejadian terjadi saat Gubernur sedang bernyanyi di panggung dalam rangka gerak jalan santai HUT Partai Golkar di depan Monumen Mandala. Gubernur selamat atas serangan itu.

Bagai mana dengan teror di tempat Ibadah seperti Catedral beberapa hari lalu? Ada. Pernah juga terjadi sebelumnya yang menyasar Tiga Gereja pada 14 Februaru 2013.

Tiga gereja; gerjaToraja Jemaat Pettarani di Jalan AP Pettarani II Panakkukang, Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Samiun Ujungpandang dan Gereja Toraja Jemaat Tallo yang berada di Jalan Gatot Subroto No.26, Kecamatan Tallo, Kota Makassar yang dilempari bom. Sulit dibayangkan pelaku mulai melempar bom dari jam 04.15 sampai jam 07.15 WITA. Gereja Toraja Jemaat Panakkukang tak mengalami kerusakan yang berarti. GKI Sulsel mengalami kerusakan pada kaca jendela depan gereja dan kusen jendela yang terbakar. Gereja Toraja di Jalan Gatot Subroto mengalami kerusakan pada pintu masuk dan meja hangus.

Nah tentu yang paling hangat adalah teror tanggal 28 Maret 2021 lalu, sepasang penganten baru berboncengan naik motor matik DD 5984 MD masuk ke pintu gerbang Gereja Katedral Makassar saat umat kristen sedang melaksanakan ibadah Minggu Palma atau pekan suci menjelang kebangkitan Yesus dan keduanya meledakan diri dan tewas di tempat.

Saat penulis menjabat sebagai Kapolda Sulwesi selatan, tepatnya dalam baru hitungan jam atau hari menjabat bahkan bekerjapun seperti pesawat yang baru ”start engine“, penulis telah menuai protes di media meanstream dan medsos lokal domistik tentang pernyataan penulis seputar terorisme.

Pertanyaannya saat itu ; Benarkah teroris berasal dari Sulawesi selatan? Apakah penulis dapat mempertanggung jawabkan pernyataannya atau klarifikasi dan koreksi? Saat itu Penulis justru mengajak siapun yang mau berdiskusi tentang Terorisme di Sulawesi Selatan. Penulis menganggap ini kesempatan untuk kontra radikalisasi dan sosialisasi tentang betapa bahayanya terorisme.

Penulis saat itu menyadari bahwa berbagi informasi itu penting banyak yang tidak tahu bahwa Penulis sebetulnya sudah malang melintang terlibat dalam menangani radikalisme terorisme di Indonesia , mulai saat pada tataran unit negosiasi pada sub penindak, pada unit investigasi, pada sub pada detasemen pada tataran penindakan dalam penegakan hukum.

Juga saat di BNPT penulis juga terlibat sebagai direktur pencegahan yang berinteraksi dekat dengan sebagian besar mantan napi teroris di lembaga pemasyarakatan di Indonesia, bahkan terakhir penulis menjadi corong deputy kerjasama Internasional BNPT Indonesia. Tentu penulus sangat memahami pergerakan terorisme, dari gerakan ”homegrown” domistik sampai gerakan terorisme ”global” berikut keterkaitan antar jaringan. Penulis sangat memahami ini semua. Tapi saat itu Penulis tidak membiarkan polemik terorisme di daerah yang sejatinya keamanannya sudah relatif terkendali. Membahas polemik itu akan menjadi bola liar statement penulis dan media serta media versus media.

Penulis akhirnya mengundang media, dan berdialog akademis dengan difasilitasi oleh forum dosen dan akademisi se sulel yang dihadiri oleh para profesor, Doktor, Pengamat dan politisi Sulawesi selatan di Aula Tibun Timur. Dalam pertemuan itu, penulis uraikan situasi terorisme domistik sulsel, regional sampai situasi global radikalisme dan terorisme saat itu. Penulis memaparkan lebih dari 120 menit.

Penulis memberikan kelonggaran “cut question” pertanyaan dari akademisi dan peserta boleh memotong, pertanyaan media juga sama. Alhamdullilah, semua berjalan konstruktif, komunikatif dan ada nuansa infomatif yang penulis berikan dalam forum itu. Dampaknya penulis kemudian banyak diundang untuk memberikan kuliah umum di kampus kampus dan forum forum diskusi dan mediapun mulai lugas bila ada bahasan tentang terorisme. Ini kenangan Indah bagi penulis.

Beberapa Analisis Radikalisme Masih Berkembang di Sulawesi Selatan

Dari rangkaian tulisan di atas penulis ingin menyampaikan beberapa analisis terkait terorisme di Sulawesi Selatan.Pertama; Jejaring terorisme di Sulawesi Selatan selama ini senantiasa ada, hidup dan metaformosis dengan sedikitnya dengan .tiga link yaitu hubungan dengan kelompok Mujahidin Indonesia Timur ( MIT ) Poso.

Berhubungan juga dengan Link Jemaah Ansharud Daulah ( JAD ), dan hubungan dengan Link lain terkait dengan ormas terlarang yang mengkaitkankan ke JAD atau MIT yang menjadi sel tidur menunggu moment yang bisa menjadi triger kekerasan.

Kedua; Potensi ancaman terorisme di Sulsel berasal dari kelompok ( a ) Frustrated traveller yakni kelompok radikal yang sudah ber bai,at kepada Albagdadi dan telah siap untuk menjadi mujahid dan siap berangkat dan bergabung dengan Isis di Iraq dan Suriah pada tahun 2014, namun tidak berangkat karena terbentur biaya atau dukungan sponsor, isis ternyata sudah kalah duluan dan dinyatakan bubar ( b ) Relokator yaitu orang atau kelompok terorist dari negara lain yang bergabung Isis di Irag dan Suriah, pulang tidak ke negaranya , dan singgah di Sulawesi selatan, merekrut penduduk lokal selanjutnya bergabung dengan jaringan lokal.

Relokator terjadi juga sebaliknya, teroris yang berasal dari Sulawesi selatan menjadi relokator di negara lain. Kasus teror bom bunuh diri di greja di Jolo Philipina Selatan yang melibatkan pasangan Rullie dan Ulfah direkrut oleh Andi Baso yang jadi buronan peristiwa teror di Gereja Oikumene Samarinda pada November 2016 Dialah relokator Philipina yang mengatur perjalanan pasutri asal Sulawesi Selatan yang bekerja sebagai wira swasta tersebut sampai akhirnya menjadi Pengantin bunuh diri.

Ketiga: Link Sulsel yang terbentuk atas pemindahan kekuatan jaringan baru terorisme global pasca kekalahan Isis. Sulit dihindari dari berbagai Dokumen terungkap bahwa selain masuk DPO ( Daftar Pencarian Orang ) atas Penyerangan Greja Oekomene Samarinda, Andi Baso merekrut pasutri Sulsel untuk menjadi relokator dan eksikutor teror di Jolo Philipina selatan pada tanggal 27 Januari 2019 lalu. Andi Baso juga menghubungkan jaringan philipina dengan Pusat Isis baru di Khorasan di Afghanistan yang diduga sebagai lokasi menetapnya tokoh Isis Saefulah yang juga menjadi buron kepolisian.

Keempat: Glokalisasi yakni kecendrungan pelaku terorist mengklaim aksi mereka sebagai gerakan Global padahal dia bergerak sendiri.

Apa yang Harus Dilakukan oleh Sulsel?

Kuncinya adalah (1) bekerja sama dengan Pemerintah (BNPT) untuk lebih mengintensifkan lagi kegiatan kontra radikalisme yang menyasar berbagai elemen masyarakat. Seperti perguruan tinggi, pendidikan, pemuda dan olahraga, ormas, tokoh agama, birokrat serta dunia usaha. Pemerintah daerah sampai jajaran terdepan, kodam sampai babinsa, polda sampai babinkamtibmas harus dilibatkan.

(2) Pembinaan napi teroris di dalam penjara dan mantan napi yang berkelanjutan dan kesinambungan dalam kegiatan deradikalisasi, dengan melibatkan tokoh agama, mantan napi yang telah kembali ke masyarakat (insider) dan melibatkan pemerintah yang sudah mengikuti program deradikalisasi lama dan telah mampu memetakan mereka.

(3) Menbuat gerakan trending media dan sosial media untuk menolak radikalisme dan terorisme. 

 

Penulis: Kelompok Ahli BNPP, Hamidin.

 

Related Tags
Social Share
Please Wait... | Cloudflare

Please wait...

We are checking your browser... getajaxx.com

Please stand by, while we are checking your browser...

Why do I have to complete a CAPTCHA?

Completing the CAPTCHA proves you are a human and gives you temporary access to the web property.

What can I do to prevent this in the future?

If you are on a personal connection, like at home, you can run an anti-virus scan on your device to make sure it is not infected with malware.

If you are at an office or shared network, you can ask the network administrator to run a scan across the network looking for misconfigured or infected devices.