Srikandi, Aplikasi Digital untuk Kelola Arsip Perbatasan Negara

Keterangan Gambar : Kegiatan Sosialisasi Aplikasi Srikandi di lingkungan BNPP


By admin bnpp 01 Okt 2021, 13:30:35 WIB

Srikandi, Aplikasi Digital untuk Kelola Arsip Perbatasan Negara

JAKARTA - Biro Keuangan, Umum dan Humas melaksanakan sosialisasi teknis penerapan Sisten Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi) di lingkungan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) secara daring dan luring pada Rabu (29/9/2021).

Sektretaris BNPP, Restuardy Daud, menyampaikan Presiden Joko Widodo telah mencanangkan kerja digital yang harus segera di aplikasikan pada aspek atau tata kelola governance yang dilakukan oleh setiap instansi pemerintah. Dengan kata lain penyelenggaraan tata kelola dan layanan sudah berbasis atau menggunakan teknologi dan informasi tidak terkecuali pada sistem kearsipan.

Digitalisasi kearsipan ini tidak lepas dari lahirnya Perpres Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Bahwa untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan, dan akuntabel serta pelayanan publik yang berkualitas dan terpercaya diperlukan sistem pemerintahan berbasis elektronik. 

Penerapan aplikasi Srikandi di lingkungan Kementerian/Lembaga termasuk BNPP merupakan bagian yang tidak terlepas dari SPBE. Sehingga nanti dalam pelaksanaan reformasi birokrasi terdapat satu evaluasi tentang penggunaan teknologi informasi di bidang birokrasi, salah satunya penerapan aplikasi Srikandi di masing-masing K/L.

Restuardy mengutip penyataan Kepala BNPP yang juga Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, pada saat mencanangkan Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip (GNSTA), yang mengatakan BNPP memiliki peran strategis dalam menghasilkan atau menciptakan dokumen-dokumen yang memiliki nilai arsip dimana dokumen yang telah diciptakan harus dikelola sebaik mungkin. 

"Catatan dan rekaman penting yang berkaitan dengan keberlangsungan bangsa dan negara dari aspek perbatasan negara yang harus kita jaga dan harus kita rawat. Dan melalui kearsipan ini, beliau menitipkan untuk memperbaiki tata kelolanya yang lebih sistematis dengan menggunakan teknologi digital," ujar Restuardy.

Restuardy berharap para peserta pada kegiatan sosialisasi dapat memperoleh masukan sehingga kedepan dapat menerapkan aplikasi Srikandi di lingkup kerja masing-masing.

"Kami sekali lagi menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada ANRI serta Kominfo, dan mohon dukungan kedepan terkait dengan implementasi baik arsip maupun SPBE untuk mempercepat transformasi digital khususnya di lingkungan BNPP. Dan kami berharap nanti kita kedepan dapat lebih banyak mengidentifikasi sekaligus melestarikan memori kolegial bangsa terutama yang di kontribusikan dari BNPP. Semoga ini dapat menjadi bagian pendukung kinerja kita di masyarakat," tutup Restuardy.

Biro Keuangan, Umum dan Humas mengundang Direktur Layanan Aplikasi Informatika Pemerintahan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Direktur Kearsipan Pusat Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) sebagai narasumber.

Pada kesempatan tersebut Deputi Pembinaan Kearsipan ANRI, Sumrahyadi, mengapresiasi langkah BNPP untuk melakukan pembenahan pengelolaan kearsipan melalui prasarana dan sararana dan bimtek peningkatan sumber daya manusia (SDM) kearsipan, Bimtek Srikandi, pelaksanaan audit pengawasan internal, pemberian penghargaan bagi pengelola arsip teladan dan unit kersipan terbaik, pencanangan Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip (GNSTA) pada tanggal 17 September 2021 dan Sosialisasi Srikandi bagi Para pejabat dan pengelola arsip di lingkungan BNPP.

Langkah-langkah yang telah dilaksanakan BNPP tersebut diyakini akan membawa dampak positif pada hasil penilaian kearsipan.

"Saya yakin atas upaya yang telah dilakukan hasil penilaian kearsipan pada 2021 ini akan meningkat. Kunci sukses dalam memajukan pengelolaan arsip adalah adanya inovasi dan dukungan yang nyata dari pucuk pimpinan disuatu lembaga, apabila BNPP komitmen untuk segera membenahi pengelolaan kearsipan dan menerapkan aplikasi srikandi lebih awal dan berjalan dengan baik dilingkungan BNPP," kata Sumrahyadi.

Sementara Analis Data dan Informasi Kemenkominfo, Wahyumardi, mengatakan Kemkominfo sebagai pengelola jaringan dan pusat data arsip digital Srikandi telah mengantisipasi terkait pengamanan aplikasi dan bekerjasama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Wahyumardi menuturkan pihaknya sedang meningkatkan inovasi pada aplikasi Srikandi dan dalam tahap uji coba. Wahyumardi berharap dengan adanya inovasi tersebut kedepannya aplikasi Srikandi akan lebih stabil saat digunakan.

"Terkait Srikandi versi 1 telah dipakai disebagian Kementerian Lembaga dan saat ini Kominfo sedang meningkatkan inovasi ke Srikandi versi 2 dalam tahap uji coba, harapannya bisa lebih stabil lagi untuk digunakan 4 juta PNS diseluruh indonesia," ujar Wahyumardi.

Turut hadir dalam sosialisasi teknis penerapan Srikandi yakni Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara, Pelaksana tugas (Plt.) Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan, Pelaksana tugas (Plt.) Deputi Bidang Pengelolaan Infrastruktur Kawasan Perbatasan, Kepala Biro dan Asisten Deputi, Kepala Bagian dan Kepala Bidang/Perencana Madya di Kantor Pusat BNPP dan Pos Lintas Batas Negara (PLBN), Kepala Subbagian dan Kepala Subbidang/Perencana Muda di Kantor Pusat BNPP dan PLBN, serta Jabatan Fungsional Umum dan Staf Pengelola Arsip di lingkungan BNPP.

(Humas BNPP)

Related Tags
plbn,perbatasan,bnpp,
Social Share