Kepala BNPP

 

 

I. IDENTITAS DIRI
  Nama : Jenderal Polisi (Purn) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian., M.A., Ph.D.
  Jabatan : Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Sekaigus Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan
  Tempat/Tgl Lahir : Palembang, Sumatera Selatan, 26 Oktober 1964
  Agama : Islam
   
II. RIWAYAT PENDIDIKAN

 

1. SMAN 2 Palembang (1983);

2. Akademi Kepolisian (1987) Lulusan terbaik peraih bintang Adhi Makayasa;

3. Master of Arts in Police Studies, University of Exeter, United Kingdom (1993);

4. Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (1996) Lulusan terbaik peraih bintang Wiyata Cendekia;

5. Royal New Zealand Air Force Command and Staff College, New Zealand (1998);

6. Bachelor of Arts in Strategic Studies, Massey University Auckland, New Zealand (1998);

7. Sespim Polri (2000);

8. Lemhannas RI PPSA XVII (2011) Peserta terbaik peraih bintang Seroja;

9. Ph.D. in Strategic Studies with interest on Terrorism and Islamist Radicalization at S;

10. Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University, Singapore (2013) dengan predikat         Magna Cum Laude.

   
III. RIWAYAT JABATAN
 

1. Kasat Serse Ekonomi Ditserse PMJ (1999);

2. Kasat Serse Umum Ditserse PMJ (2000);

3. Kasat I /Kamneg Ditreskrimum PMJ (2003);

4. Kapolres Serang Polda Banten (2005);

5. Kadensus 88 AT Bareskrim Polri (2009);

6. Deputi Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT (2010);

7. Kapolda Papua (2012);

8. Asrena Kapolri (2014);

9. Kapolda Metro Jaya (2015);

10. Kepala BNPT (2016);

11. Kapolri (2016);

12. Menteri Dalam Negeri (2019 - Sekarang).

   
IV. TANDA JASA/ PENGHARGAAN
 

1. KPLB dari Kombes ke Brigjen;

2. KPLB dari AKBP ke Kombes;

3. KPLB dari Kompol ke AKBP;

4. Bintang Bhayangkara Utama;

5. Bintang Bhayangkara Pratama;

6. Bintang Bhayangkara Nararya;

7. SL Pengabdian 24 tahun;

8. SL Pengabdian 16 tahun

9. SL Pengabdian 8 tahun

   
V. BUKU
 

1. “Indonesian Top Secret: Membongkar Konflik Poso”, Gramedia, Jakarta, 2008;

2. Regional  Fraternity:  Collaboration  between  Violent  Groups  in  Indonesia  and  the Philippines, dalam “Terrorism      in South and Southeast Asia in the Coming Decade”, ISEAS, Singapore, 2009;

3. “Bhayangkara di Bumi Cendrawasih”, ISPI Strategic Series, Jakarta, 2013;

4. “Explaining Islamist Insurgencies”, Imperial College, London, 2014;

5. “Democratic Policing”, Pena 324, Jakarta, 2017;

6. “Menuju Kekuatan Dunia Indonesia 2045”, Jakarta, 2018.