Genjot Produksi Jeruk di Perbatasan RI-Malaysia, Ini Langkah Kementan dan Kemenperin

Keterangan Gambar : Buah Jeruk. Dok: balitjestro.litbang.pertanian.go.id


By admin humas 01 Mar 2021, 19:28:10 WIB

Genjot Produksi Jeruk di Perbatasan RI-Malaysia, Ini Langkah Kementan dan Kemenperin

JAKARTA - Anggota Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan menyelesaikan pengembangan kawasan sentra produksi tanaman jeruk yang menerapkan teknologi buah berjenjang sepanjang tahun (bujangseta), dan pengembangan industri pengolahan dan kemasan komoditas jeruk di kawasan peruntukan industri pada kawasan perbatasan negara di Aruk.

Pengembangan kawasan sentra produksi tanaman jeruk dengan teknologi bujangseta dilakukan oleh Kementan di Kecamatan Semparuk, Tebas, Sebawi, Tekarang dan Sambas, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat dengan luas 1.000 Ha. Sedangkan pengembangan industri pengolahan dan kemasan dilakukan oleh Kemenperin di Kecamatan Semparuk, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat dengan volume satu paket.

Menurut Ir. Arry Supriyanto yang dikutip dari balitjestro.litbang.pertanian.go.id, konsep dari bujangseta adalah produksi jeruk yang bisa berbuah sepanjang tahun (off season) dan menghasilkan buah bermutu premium seragam, citarasa sesuai pasar, dan kulit buah mulus dengan harga memadai. 

Kedua program pembangunan di wilayah perbatasan yang dilakukan Kementan dan Kemenperin ini tidak dapat terpisah satu sama lain. Hal ini karena kawasan sentra produksi dengan teknologi bujangseta akan menghasilkan kualitas jeruk unggul yang selanjutnya dapat diolah menjadi berbagai macam produk olahan jeruk dengan kemasan yang menarik agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Selain itu pengembangan sentra produksi dan industri pengolahan jeruk di lima kecamatan tersebut diharapkan dapat menaikkan angka ekspor produk unggulan ke negara tetangga Malaysia. Dikutip dari dkjn.kemenkeu.go.id, secara kuantitas komoditas Indonesia yang masuk ke Malaysia masih lebih sedikit dibandingkan produk Malaysia yang masuk ke Indonesia. 

Jika dilihat dari sisi nilai tambah, komoditas Indonesia merupakan hasil pertanian yang belum diolah, sementara produk Malaysia yang masuk sebagian besar adalah produk olahan yang mempunyai nilai tambah yang tinggi. Maka dari itu, program yang akan dilakukan Kementan dan Kemenperin ini harus terus di intervensi agar memberikan dampak yang optimal bagi perekonomian masyarakat disana.

Sebagai informasi Kabupaten Sambas dikenal sebagai sentra jeruk terbesar di Provinsi Kalimantan Barat. Berdasarkan sambaskab.bps.go.id produksi buah jeruk siam atau keprok terus meningkat dari tahun 2017 hingga 2019. Produksi tahun 2017 sebesar 94.093,4 Ton dan pada tahun 2019 meningkat 31,5% menjadi 123.739,4 Ton. 

Program kegiatan yang akan dilakukan Kementan dan Kemenperin dalam jangka waktu dua tahun ini tertuang pada Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi pada Kawasan Perbatasan Negara di Aruk, Motaain dan Skouw.


(Humas BNPP)

Related Tags
pksn,perbatasan,
Social Share
Attention Required! | Cloudflare

One more step

Please complete the security check to access getajaxx.com

Please stand by, while we are checking your browser...

Why do I have to complete a CAPTCHA?

Completing the CAPTCHA proves you are a human and gives you temporary access to the web property.

What can I do to prevent this in the future?

If you are on a personal connection, like at home, you can run an anti-virus scan on your device to make sure it is not infected with malware.

If you are at an office or shared network, you can ask the network administrator to run a scan across the network looking for misconfigured or infected devices.

table