ANRI Apresiasi Langkah BNPP Awali Pelaksanaan Bimtek Aplikasi Srikandi

Keterangan Gambar : Direktur ANRI, Azmi, saat menjadi narasumber pada acara Bimtek dan Sosialisasi Aplikasi Srikandi


By admin bnpp 21 Jun 2021, 14:38:18 WIB

ANRI Apresiasi Langkah BNPP Awali Pelaksanaan Bimtek Aplikasi Srikandi

BOGOR - Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) mengawali pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek) dan sosialisasi terkait aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi) diantara 40 Kementerian/Lembaga (K/L) lainnya, Jumat (18/6/2021).

Aplikasi Srikandi adalah wujud implementasi penyelanggaran kearsipan yang masuk dalam salah satu Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE). Dasar hukum aplikasi Srikandi yang wajib digunakan oleh seluruh K/L ini tertuang pada Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang SPBE dan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 679 Tahun 2020 tentang Aplikasi Umum Bidang Kearsipan Dinamis.

Apresiasi kepada BNPP atas gerak cepat yang dilakukan untuk mengimplementasikan aplikasi Srikandi dilontarkan oleh Direktur Kearsipan Pusat, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Azmi, yang sekaligus menjadi narasumber pada acara bimtek dan sosialisasi aplikasi Srikandi yang dilakukan BNPP.

"Saya apresiasi kepada BNPP sudah mengawali bimtek aplikasi Srikandi, artinya langsung melaksanakan kegiatan ini padahal 40 K/L baru akan mendapatkan bimtek pada Senin (21/6/2021). Jadi ibaratnya BNPP sudah berlari disaat teman-teman yang lain baru membangun," ujar Azmi.

Menurut Azmi, kunci dari keberhasilan penyelenggaraan kearsipan dimana pun, baik internasional maupun di dalam negeri itu diawali oleh kepedulian pimpinan. Karena kepedulian tersebut adalah awal kebijakan yang menjadi dasar para pegawai untuk mengimplementasikannya termasuk aplikasi Srikandi.

Aplikasi Srikandi adalah transformasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis (SIKD) yang nantinya akan memberkaskan arsip sesuai dengan kepentingan unit kerja masing-masing dan kemudian juga mengakomodir penyusutan arsip ketika akan dipindahkan dari satuan kerja ke unit kearsipan yang berbasis elektronik. 

"Kalau nanti teman-teman menggunakan aplikasi Srikandi ini komunikasi dengan K/L dan daerah itu lebih mudah dilakukan karena infrastruktur yang digunakan pun sama. Selain itu, K/L dan daerah bisa mengurangi pengeluaran dana untuk membangun server khusus, karena pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika sudah menyiapkan server nasional untuk Srikandi ini. Kemudian tentunya kita akan menghindari yang namanya penumpukan kertas karena kita harus segera paperless office dan nantinya konsep kerja kita menjadi triple A, yaitu anytime, anywhere, dan anyhow," tambahnya.

Penerapan aplikasi Srikandi di lingkungan K/L termasuk BNPP merupakan bagian yang tidak terlepas dari SPBE. Sehingga nanti dalam pelaksanaan reformasi birokrasi terdapat satu evaluasi tentang penggunaan teknologi informasi di bidang birokrasi, salah satunya penerapan aplikasi Srikandi di masing-masing K/L.

"Apabila K/L tidak menerapkan aplikasi srikandi, tentunya terdapat sanksi berupa nilai reformasi birokrasi oleh instansi tersebut akan dibawah nilai yang mungkin seharusnya dicapai," imbuhnya.

Pada saat menyampaian pengantar acara pembukaan Bintek, Sekretaris BNPP, Restuardy Daud, juga mengatakan bahwa kearsipan menjadi hal yang penting dan BNPP berkomitmen untuk membangun Srikandi kedepannya. Karena nantinya salah satu indikator yang menjadi ukuran tingkat pelaksanaan reformasi birokrasi di BNPP adalah hasil pengawasan kearsipan.

"Posisi kita saat ini masih CC itu berarti nilainya cukup. Saya berharap melalui kegiatan yang kita lakukan hari ini kita bisa bergerak menjadi B kedepannya atau baik. Komitmen dan semangat sudah kita miliki, saya berharap teman-teman serius melaksanakan Srikandi agar supaya forum ini nanti akan berkontribusi untuk penilaian reformasi birokrasi kita," ujar Restuardy.

  
(Humas BNPP)

Related Tags
bnpp,
Social Share