Menu
RSS

INPEX Kembangkan Pertanian Organik dan Budidaya Pengelohan Rumput Laut Di MTB

  • Ditulis oleh 
INPEX Kembangkan Pertanian Organik dan Budidaya Pengelohan Rumput Laut Di MTB INPEX Kembangkan Pertanian Organik dan Budidaya Pengelohan Rumput Laut Di MTB

Saumlaki-Tasbara News, Produk hasil pertanian baik pangan maupun non-pangan sudah menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat yang harus selalu tersedia. Pada kenyataannya pemenuhan terhadap kebutuhan produk hasil pertanian ini di MTB masih dirasakan minim dan untuk beberapa jenis komoditi masih bergantung kepada pasokan dari luar MTB. Melihat hal tersebut operator blog migas Masela, INPEX Masela Ltd. Bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) mengadakan pelatihan pertanian organik bagi masyarakat petani di MTB.

Dalam pelaksanaannya, INPEX menggandeng praktisi kewirausahaan yang juga merupakan petani asal Bandung. Utju Suiatna yang bergabung dalam Ganesha Entrepreneur Club (GEC) sebagai instruktur pelatihan. Acara tersebut diadakan di Desa Kabiarat, Kecamatan Tanimbar Selatan dan berlangsung selama tiga hari berturut-turut.

“INPEX” peduli dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat MTB termasuk anggota masyarakat yang berprofesi sebagai petani. Oleh Karena itu INPEX merasa perlu mendukung program Pemerintah Kabupaten MTB dalam mengembangkan usaha dibidang pertanian dengan menyelenggarakan pelatihan pertanian organik untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan para petani sehingga akan tercapai peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan ini merupakan yang kedua kalinya kami selenggarakan setelah sebelumnya kami juga melakukannya di Desa Wowonda, Kecamatan Tanimbar Selatan”, ujar Social Investment Staf INPEX, Donny Rijaluddin di Saumlaki pada saat acara pembukaan pelatihan (5/9).

Kepala bidang Dinas Pertanian MTB, Agus Rettob dalam sambutannya menyambut baik inisiatif dan dukungan INPEX dalam pengembangan pertanian organik oleh masyarakat di MTB. Agus berujar bahwa pada dasarnya Dinas Pertanian selalu siap membina dan mendampingi para petani dalam mengembangkan pertaniannya bekerjasama dengan para pihak yang memiliki program-program di bidang pertanian dan untuk pelatihan pertanian organik Dinas pertanian dalam pelatihan tersebut turut menyertakan dua orang penyuluhnya untuk mengikuti pelatihan sebagai obsever.

Utju Suiatna menyampaikan bahwa penyelenggaraan pelatihan pertanian organik ini bertujuan agar saudara-saudara kita para petani di MTB dapat meningkatkan jumlah hasil panen, meningkatkan kualitas produk dengan dihasilkannya produk yang sehat minim pencemaran bahan kimia dan para petani dapat mengurangi biaya produksi yang tentunya akan berimbas kepada peningkatan jumlah pendapatan yang diperoleh para petani disamping juga dapat menekan dampak buruk dari praktik ladang berpindah.

Salah seorang perwakilan peserta pelatihan, Qwirinus Luturmele menyatakan terima kasihnya kepada INPEX yang telah menyelenggarakan program ini dan mengatakan bahwa pelatihan ini sangat berguna dan bermanfaat bagi para petani. Manfaat tersebut diantaranya guna menyikapi masalah keuangan yang disebabkan akibat pengeluaran yang tinggi dalam membeli sarana pendukung pertanian bila masih menerapkan sistem non-organik dan untuk meningkatkan komunikasi antar petani.

Pada kesempatan tersebut Qwirinus mengajak rekan-rekannya sesama petani untuk terus menjalin kerjasama dan menjaga kekompakan diantara petani melalui komunikasi dalam kelompok tani yang sudah terbentuk sehingga dapat dihindari munculnya kecemburuan bila ada petani yang lebih berhasil dalam pertaniannya sekaligus sebagai media guna mendapat perhatian dan dukungan lebih dari pihak-pihak terkait.

Kegiatan pelatihan pertanian organik ini merupakan bagian dari kegiatan investasi yang dilakukan oleh INPEX Masela Ltd. Di tengah-tengah berlangsungnya kegiatan pemboran tiga sumur delineasi dan satu sumur ekspolarasi di lokasi Blok Masela yang terletak di lepas pantai sekitar 155 km sebelah Barat Daya dari Saumlaki.

Selain mengembangkan pertanian Organik, Operator Blokmigas Masela, INPEX Masela Ltd. Bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) mengadakan pelatihan budidaya dan pengolahan rumput laut, yang telah menjadi salah satu urat nadi perekonomian serta andalan bagi masyarakat di Maluku Tenggara Barat. INPEX menggandeng praktisi kewirausahaan asal Bandung, Utju Suiatna dan nelayan senior asal pulo Pari kepulauan Seribu, Ujang Jabar yang bergabung dalam Ganesha Entrepreneur Club (GEC) sebagai instruktur pelatihan. Acara tersebut diadakan di Lermatang, Kecamatan Tanimbar Selatan dan berlangsung selama tiga hari berturut-turut pada tanggal 2-4 September 2013.

“Rumput  laut telah menjadi salah satu mata pencaharian utama bagi masyarakat di Maluku Tenggara Barat. Melihat masih besarnya prospek yang biasa digarap, INPEX merasa perlu mendukung program Pemerintah Kabupaten MTB dalam mengembangkan usaha budidaya rumput laut ini dengan menyelenggarakan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan para pembudidaya sehingga tercapai peningkatan kuantitas dan kualitas laut yang dihasilkan serta terbentuknya pasar yang lebih luas untuk produk ini dengan pengolahannya”, ujar Senior Staff Maluku Representative INPEX, Adrial Wilde di Saumlaki (9/9).

Kepala bidang Dinas Kelautan dan Perikanan MTB, Gotlief A. Mirpey menyambut baik inisiatif dan dukungan Inpex dalam pengembangan rumput laut oleh masyarakat di MTB ini serta mengatakan bahwa MTB telah ditetapkan sebagai sentra produksi rumput laut di Provinsi Maluku. INPEX menurutnya sebelumnya bersama Dinas telah melakukan studi dan Focus Group Discussion (FGD) guna mempelajari permasalahan dan kebutuhan seputar rumput laut sekaligus penetuan lokasi untuk kegiatan pelatihan kali ini.

Sementara itu, Utju memaparkan bahwa melalui pelatihan budidaya rumput laut ini, para nelayan rumput laut tetap dapat menanam serta memanen rumput laut walaupun dalam kondisi gelombang serta angin yang cukup kencang seperti yang terjadi pada musim timur sekarang ini melalui metode penanaman yang sesuai sehingga berimbas kepada peningkatan jumlah hasil panen dan pendapatan yang diperoleh para pembudidaya setiap tahunnya.

Utju menambahkan, melalui pelatihan pengolahan rumput laut, masyarakat diharapkan mampu mengolah rumput laut kering menjadi makanan yang siap santap seperti dodol, manisan, cendol, dan sekaligus membuka akses pasar dalam rangka meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat setempat. Dalam pelatihan tersebut, INPEX turut mengundang dan menunjuk perwakilan dari Sekolah Menengah Kejuruan Perikanan MTB sebagai peserta sekaligus melakukan monitoring dan pendamping masyarakat. “Kegiatan ini akan berlangsung selama enam bulan dimana kami akan dibantu oleh perwakilan SMK untuk pendampingan sekaligus monitoring hasil kegiatan.

Salah satu perwakilan dari peserta, Cak Batlayari mengapresiasi kegiatan yang diinisasi oleh INPEX. Dia berjanji ke depan ilmu yang diterapkan akan dicoba untuk dipraktekan.”Katong dan masyarakat Desa mengucapkan terimakasih kepada INPEX sekaligus bersyukur mendapatkan pelatihan seperti ini. Kami sekarang bersemangat guna mencoba metode budidaya rumput laut Patok Dasar yang telah diajakan dengan bagaimana membuat makanan dari hasil olahannya.

Kegiatan ini sekaligus telah membantu pemerintah daerah dalam menyediakan konsumsi masyarakat yang sehat dan bergizi. Hasil olahan tersebut juga dapat dikemas dalam bentuk kemasan yang menarik sekaligus dapat dijadikan sebagai oleh-oleh khas MTB. “Pelatihan rumput laut ini merupakan yang ketiga kalinya dilakukan INPEX dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Dengan adanya pelatihan ini, kami mengharapkan petani rumput laut di MTB mampu meningkatkan harga jual rumput laut mereka sekaligus menjadi peluang usaha baru sehingga bisa membuka dan memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat MTB.” Ujar Adrial Wilde

Kegiatan pelatihan bidudaya dan pengolahan rumput laut ini merupakan bagian dari kegiatan investasi sosial yang dilakukan oleh INPEX Masela Ltd. Di tengah-tengah berlangsungnya kegiatan pemboran tiga sumur delineasi dan satu sumur eksplorasi di lokasi Blok Masela yang terletak dilepas pantai sekitar 155 km sebelah Barat Daya dari Saumlaki. *red

Kontributor: Koresponden e-Tasbara Nusa Maluku - Januarius Sakliressy, ST (ET-81.03.46)

Info for bonus Review William Hill here.