Menu
RSS

Beri Perhatian Yang Sama, Sukses Asian Para Games 2018 Perlu Dukungan K/L

  • Diterbitkan pada berita
BNPP - Pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) memberikan perhatian yang sama terhadap perhelatan pesta olahraga Asian Para Games 2018, dengan Asian Games 2018 beberapa waktu lalu.
 
 
Menurut Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Gatot S Dewa Broto, perhatian tersebut dilakukan dalam bentuk kunjungan Jokowi ke sejumlah venue (lokasi) perhelatan para atlet yang akan bertanding, salah satunya lokasi pertandingan Sitting Volley Ball. Tak hanya itu, pemerintah juga akan memberikan jumlah bonus yang sama seperti di Asian Games 2018, bagi atlet peraih medali di Asian Para Games 2018.
 
"Beliau (Presiden) juga memberi perhatian terhadap venue Asian Para Games dan tempat latihan atlet juga, besaran bonusnya juga sama," kata Gatot saat memberi sambutan di Forum Tematik Bakohumas Kemenpora, di Jakarta, Kamis (27/9).
 
Pada kesempatan ini Gatot berharap jajaran humas kementerian/lembaga (K/L) mendukung penyelenggaraan event olahraga yang dikhususkan bagi penyandang disabilitas se-Asia, agar sukses seperti Asian Games 2018. Salah satunya dengan memasang banner di lingkungan kantor K/L. 
 
"Dengan adanya sosialisasi ini kita sekalian punya gambaran utuh apa sih Asian Para Games yang tidak kalah heboh dengan Asian Games 2018. Kalau dikerjakan bareng-bareng hasilnya bagus. Semoga saling mendukung, ini kerjasama kita bersama," kata dia.
 
Meski tidak sama dengan Asian Games 2018 yang kental dengan unsur entertainment, pihaknya memastikan rangkaian acara di Asian Para Games tidak kalah menarik. Asian Para Games dijelaskan lebih kepada unsur entertainment dan humanistik.
 
"Karena empat tujuan sukses penyelenggaraan Asian Para Games 2018. Pertama legasi yaitu wariskan kepedulian kepada penyandang disabilitas, kedua prestasi, kemudian sukses penyelenggaraan dan sukses administrasi," ujarnya.
 
 
(Humas BNPP)
Lebih lanjut...

Pemerintah Beri Perhatian Khusus Kepada Camat di Perbatasan

  • Diterbitkan pada berita

BNPP - Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Hadi Prabowo menyebutkan bahwa camat di kawasan perbatasan perlu mendapat perhatian khusus. Pasalnya, kawasan perbatasan negara terhubung langsung dengan negara tetangga.

 

"Perhatian itu artinya diberi kewenangan tambahan,amanah lain. Kemudian kriterianya diberikan bimtek,apakah itu kaitannya hukum internasional, bagaimana pengelolaan PLBN, antisipasi kerawanan di perbatasan," kata Hadi saat membuka Rapat Koordinasi Penguatan Kapasitas Camat di Kawasan Perbatasan Negara, mewakili Mendagri yang juga Kepala BNPP Tjahjo Kumolo, di Jakarta, Kamis (5/7).

Kewenangan tambahan untuk camat di kawasan perbatasan ini sedang dalam pembahasan bersama dengan pihak terkait, termasuk kementerian/ lembaga (K/L) yang terlibat dalam pengelolaan perbatasan. "Sedang kita bahas ,saat ini kita maju untuk beri kewenangan secara nyata dan tegas disusun untuk pemberian kewenangan tersebut," kata dia.

Ditambahkan, beragam kerawanan di wilayah perbatasan menjadikan peran camat begitu penting untuk memahami teritorial dan berkoordinasi dengan K/L di perbatasan maupun negara tetangga.

Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) mengadakan Rapat Koordinasi Penguatan Kapasitas Camat di Kawasan Perbatasan Negara bertema 'Penguatan Peran Camat Perbatasan Dalam Pengelolaan Perbatasan Negara', di Jakarta, Kamis (5/7).

Rakor yang diikuti sekitar 202 camat di kawasan perbatasan, dimaksudkan untuk memberikan pembekalan dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan umum dengan tujuan untuk meningkatkan peran camat perbatasan dalam mendukung pengelolaan perbatasan Negara.

 

(Humas BNPP)

Lebih lanjut...
Subscribe to this RSS feed
Info for bonus Review William Hill here.