Menu
RSS

Realisasi Misi, Kedaulatan Pangan dan Energi Terwujud di Lokasi Wilayah Perbatasan Utama

Realisasi Misi, Kedaulatan Pangan dan Energi Terwujud di Lokasi Wilayah Perbatasan

Kedaulatan pangan dan kedaulatan energi merupakan dua unsur penting dalam mewujudkan tata Kelola Batas Negara dan Kawasan Perbatasan yang aman, tertib, maju dan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang menjamin kesejahteraan rakyat serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) selaku lembaga yang mewujudkan dua unsur tadi, sudah merealisasikannya di sejumlah wilayah perbatasan di Kalimantan, Irian dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Untuk peningkatan kedaulatan pangan di wilayah Kalimantan, dari 1.049 Ha total lahan cetak sawah telah memberikan hasil produk 2.343 ton. Total lahan sawah dan hasil produksi ini terbagi di beberapa lokasi, yaitu; Kabupaten Sambas mendapat 200 Ha cetak sawah, Kabupaten Bengkayang 50 Ha cetak sawah, Kabupaten Sintang 100 Ha cetak sawah (hasil produksi 200 ton), Kabupaten Kapuas Hulu 100 Ha cetak sawah (hasil produksi 200 ton), Kabupaten Kapuas Hulu 359 Ha (hasil produksi 718 ton)," kata Deputi bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan, Boytenjuri.

Masih di wilayah Kalimantan, untuk Kabupaten Sanggau 200 Ha cetak sawah, Kabupaten Sanggau 190 Ha cetak sawah (hasil produksi 475 ton), Kabupaten Sintang 200 Ha cetak sawah dan Kabupaten Kapuas Hulu 300 Ha cetak sawah (hasil produksi 750 ton).

Lalu, lokasi total lahan cetak sawah beserta hasil produksi yang ada di wilayah Irian terdapat di Kota Jayapura yaitu 150 Ha cetak sawah dan Kabupaten Merauke 2.115 Ha dengan hasil produksi 6.345 ton.

"Kemudian, untuk wilayah NTT, terdapat pengembangan pertanian organik integrasi dengan penggemukan sapi seluas 500 Ha di Desa Bakustulama Kecamatan Tasifeto Barat," ucap Deputi II ini.

Mengacu pada misi BNPP yaitu menata dan membuka keterisolasian dan ketertinggalan kawasan perbatasan dengan peningkatan prasarana dan sarana, maka pembangunan energi listrik menjadi unsur lain yang harus diwujudkan di sejumlah lokasi. Seperti, pembangunan energi listrik di 6 lokasi prioritas (lokpri) yaitu Ketungau Hulu, Ketungau Tengah, mataru, Alor Barat Daya dan Oksibil.

Selain itu, 1515 dari 1734 desa yang ada di wilayah perbatasan sudah dialiri listrik. Sisanya, 219 desa sedang dalam proses realisasi.

Sumber: Humas BNPP

Terakhir dimodifikasi padaKamis, 16 November 2017 11:54
Info for bonus Review William Hill here.